Wajan dan Proses Masak Bisa Bikin Rasa Masakan Lebih Enak

Wajan dan Proses Masak Bisa Bikin Rasa Masakan Lebih Enak

Wajan dan Proses Masak Bisa Bikin Rasa Masakan Lebih Enak – Proses masak adalah seni meracik bahan makanan dan teknik pengolahan untuk menghasilkan makanan enak. Selain racikan bumbu, ternyata alat masak dan prosesnya juga mempengaruhi rasa makanan.

Penjelasan soal penggunaan wajan dan cara memasak dijelaskan secara ilmiah oleh Chef Kevin Okuszka dan Chef Yuji Iwasa lewat video yang ditayangkan dalam youtube channel P.F.Chang’s. Dua chef ini membahas soal proses masak menggunakan wajan yang disertai teknik mengaduk ala flambe.

Baca juga : Cicip Paqui hingga Mie Goreng Indonesia

Menurut chef Yuji, teknik masak menggunakan wajan sudah berlangsung sejak 2000 tahun yang lalu. Teknik memasak cepat ini memerlukan keahlian mulai dari meracik bahan, bumbu, teknik mengaduk hingga teknik memainkan besar kecilnya api.

“Memasak bukan hanya mematangkan makanan, tapi juga menyajikan rasa yang lezat serta menjaga nutrisi dari bahan makanan itu sendiri,” jelas Chef Yuji.

Dalam kuliner Asia, khususnya masakan China banyak diolah dengan teknik tumis menggunakan api besar. Tidak mudah melakukan cara ini karena jika lengah sedikit maka makanan yang diaduk akan tumpah. Teknik mengaduk makanan sambil melempar-lempar ini ternyata banyak diandalkan karena rasanya enak.

Untuk menumis menggunakan wajan dengan teknik flambe, para chef harus berpacu di depan kompor dengan nyala api besar. Setidaknya suhu api yang menyala ini ada di titik panas ekstra. “Dibutuhkan suhu 2400-3000 F (1315-1648 C) saat memasak makanan dengan teknik ini,” jelas Chef Kevin.

Selain panas api, ada juga yang tak kalah penting. Para chef membutuhkan wajan dengan bentuk, ukuran dan bahan yang memadai. Banyak chef mengandalkan wajan dengan ukuran diameter 35 cm karena mudah digunakan dan punya ukuran pas untuk memasak makanan dalam jumlah banyak maupun sedikit.

Ukuran wajan ini juga memudahkan proses pengadukan. Jika ukuran wajannya besar maka makanan tidak mudah tumpah dan bisa diaduk dengan cara dilemparkan. Wajan seperti ini biasanya memiliki handle yang bisa dijadikan pegangan saat mengaduk makanan.

Proses masak seperti ini tidaklah membutuhkan waktu lama. Makanan biasanya bisa disajikan hanya dalam waktu 3-7 menit saja. Dalam video berdurasi 3 menit ini juga menampilkan proses pemasakan dengan teknik flambe yang tentu saja hanya bisa dilakukan oleh orang terlatih.

Masakan yang dimasak dengan teknik ini sekilas terlihat berantakan namun cara ini terbukti efektif mematangkan makanan dengan tetap menjaga kandungan nutrisinya. Ada penjelasan ilmiah terkait penggunaan wajan untuk memasak dengan cara cepat.

Menurut Chef Kevin, ada tiga bagian wajan yakni zona konduksi, zona kondensasi dan zona konveksi. Setiap zona pada wajan ini memiliki fungsi berbeda.

Zona konduksi berada pada bagian bawah wajan yang terkena api langsung. Panas api pada zona ini membuat makanan matang perlahan. Daging maupun sayuran akan mendapatkan sensasi rasa asap dan manis karamel dari gula alami yang terkandung dalam makanan. Kemudian ada zona kondensasi yang letaknya ada di bagian atas wajan, fungsinya adalah untuk menurunkan suhu makanan sehingga mengeluarkan uap panas.

Dan terakhir ada zona konveksi pada wajan yang letaknya ada di luar permukaan wajan. Zona ini bukan bagian dari wajan dan hanya dijangkau saat makanan dilemparkan. Bentuk dan ukuran wajan ternyata mempengaruhi proses masak dan rasa masakan yang dihasilkan.