Tips Bikin Jus dan Smoothies dari Sayuran

Tips Bikin Jus dan Smoothies dari Sayuran

Tips Bikin Jus dan Smoothies dari Sayuran – Selain buah, kamu juga bisa mempertimbangkan sayuran sebagai bahan dasar jus atau smoothies favoritmu.

Banyak sekali sayuran yang punya manfaat banyak sebagai asupan nutrisi tubuh dan regenerasi sel imunitas tubuh. Hal itu jadi sangat krusial apalagi saat masa-masa pandemi seperti ini.

Dr. Rita Ramayulis, seorang praktisi gizi bidang klinik dan olahraga menjelaskan bahwa jenis sayuran yang baik untuk campuran jus dan smoothies biasanya yang lazim dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Baca juga : Cara Unik 8 Restoran di Dunia untuk Jaga Jarak

“Misalnya selada, tomat, timun. Tapi kalau pun ingin sayuran yang tidak biasa dikonsumsi mentah bisa dibantu dengan proses bleaching dulu. Daun kangkung misalnya,” kata Rita dalam sesi Live Instagram di akun @kriyaria dengan topik “Minuman Jus, Smoothie, dan Minuman Rempah Penguat Kekebalan Tubuh” pada Rabu (13/5/2020).

Proses bleaching

Proses bleaching adalah proses menyiramkan air panas pada sayuran mentah. Sayuran dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir.

Kemudian sayuran disiram dengan air mendidih. Bisa juga dengan direndam sebentar dengan air mendidih.

“Tujuannya untuk mencegah saja bakteri atau virus ada, jadi bisa tertangani dengan baik. Kalau direbus dulu setengah matang juga bisa. Kalau direbus dulu, paling rasanya enggak segar lagi. Tapi kandungan gizi itu enggak ada bedanya,” jelas Rita.

Langkah bleaching dan perebusan ini bisa kamu lakukan jika kamu tak nyaman mengonsumsi sayuran dalam bentuk mentah.

Sayuran hijau

Rita juga menyarankan untuk menggunakan sayuran hijau untuk dijadikan campuran jus dan smoothies. Misalnya, sayuran kale, bayam, peterseli, seledri, dan brokoli.

Pasalnya, sayuran jenis ini mengandung zat klorofil. Klorofil adalah zat yang terdapat dalam tanaman hijau yang mirip zat besi. Rita menjelaskan, bahwa klorofil menjadi zat inti dalam tanaman hijau. Klorofil yang akan mengikat segala zat yang ada di sekitarnya.

“Jadi dia bersifat sebagai antioksidan dan dia mengikat segala zat gizi yang ada dalam tanaman tadi. Kalau masuk ke tubuh kita, efeknya sama. Dia bersifat sebagai inti sel dan mengikat semua zat dan mencegah proses radikal bebas di dalam tubuh kita,” papar Rita.