Ternyata Begini Cara Konsumsi Telur yang Benar

Ternyata Begini Cara Konsumsi Telur yang Benar

Ternyata Begini Cara Konsumsi Telur yang Benar – Telur merupakan salah satu makanan yang banyak disukai orang.

Selain karena harganya yang ekonomis, telur juga memiliki segudang manfaat.

Sebelumnya sebagian orang menganggap mengonsumsi banyak telur akan menyababkan kolesterol.

Baca juga : Sering Makan Tteokbokki? Ini Asal-usul Tteokbokki

Padahal, ketika mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, organ hati akan menyesuaikan diri dengan mengurangi produksi sendiri kolesterol.

Maka anggapan telur memicu naiknya kolesterol adalah salah.

Justru telur layak mendapatkan porsi khusus dalam menu harian karena gizinya yang tinggi.

Kandungan protein dalam telur bahkan kerap dijadikan pembanding kadar protein pada makanan lainnya, selain susu.

Nah, salah satu jenis telur yang kerap dikonsumsi adalah telur ayam.

Dalam membuat masakan seperti kue, pasti kita memisahkan kuning dan putih telur.

Hal ini lantaran keduanya memiliki peran yang berbeda dalam proses pembuatan makan.

Ditambahkan lagi gaya hidup sehat masyarakat yang mulai memperhatikan dalam mengonsumsi kuning telur.

Namun, tahukah kamu, ketika memisahkan dua bagian telur ini ternyata bisa berbahaya?

Bahkan dapat mengganggu kesehatan jantung.

Dilansir Grid.ID dari Sajian Sedap, pakar gizi setuju bahwa telur adalah makanan sehat karena kaya protein dan vitamin.

“Telur sangat sehat, dengan 13 vitamin dan mineral penting di dalamnya,” kata ahli diet Brigitte Zeitlin.

“Ditambah lagi, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang baik dan berguna untuk membangun serta mempertahankan otot yang kuat dan sehat,” imbuh dia.

Menurut data nutrisi USDA, satu telur mengandung sekitar 6 gram protein dan 72 kalori.

Ahli diet lain, Ryan Maciel menambahkan, telur memiliki berbagai macam nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh.

Mulai dari biotin yang membantu mengubah makanan menjadi energi, kolin (mikronutrien penting yang terlibat dalam metabolisme), vitamin A yang penting untuk sistem kekebalan tubuh, serta lutein dan zeaxanthin (antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas.

“Telur merupakan satu-satunya makanan yang secara alami mengandung vitamin D, (senyawa organik) yang membantu menjaga tulang tetap kuat,” kata Zeitlin.

Untuk mendapatkan semua manfaat telur, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi semua telur sekaligus, tanpa memisahkan kuning telur dari putihnya.

Kuning telur kerap dianggap sebagai sesuatu yang buruk karena tinggi kolesterol.

Satu butir telur mengandung 186 miligram kolesterol, sementara nilai harian yang direkomendasikan untuk kolesterol adalah kurang dari 300 miligram.

“Dulu telur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung karena kandungan kolesterolnya yang tinggi,” kata Maciel.

“Namun studi terkini menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dalam telur tidak secara signifikan memengaruhi kadar kolesterol dalam darah kita,” sambungnya.

Selain kolesterol, kuning telur juga mengandung banyak nutrisi, seperti jumlah zat besi, folat, vitamin, lutein, dan zeaxanthin yang tinggi.

“Meski kuning telur mengandung lebih sedikit protein dibanding putih telur, ia menyediakan beberapa nutrisi sehat, misalnya vitamin yang larut dalam lemak, asam lemak esensial, dan antioksidan,” papar Maciel.

Sementara itu, putih telur yang digunakan sebagai bahan dalam membuat omelet putih telur, kue kering, dan wafel pernah dianggap sehat.

Namun, nutrisi putih telur sebenarnya hanya memiliki beberapa protein dan vitamin B saja.

Artinya, saat kita hanya menggunakan putih telur untuk memasak, sebenarnya hanya mengambil sedikit nutrisi dan vitamin.

Oleh sebab itu, para pakar menyarankan lebih baik untuk mengonsumsi seluruh bagian telur.

“Saat memasak omelet hanya memakai putih telurnya, kamu akan kehilangan hampir separuh dari jumlah protein. Kamu kehilangan vitamin dan mineral seperti vitamin D, E, A, kolin, dan antioksidan,” jelas Zeitlin.
Menurut pedoman Diet 2015, kolesterol tidak lagi menjadi nutrisi yang diperhatikan dapat meningkatkan kolesterol dalam darah seseorang.

“Faktor risiko yang lebih mungkin berkaitan dengan penyakit jantung adalah faktor genetika, kurang olahraga, gaya hidup yang buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol,” kata Zeitlin.
Selain itu, studi terbaru menemukan bahwa orang yang makan satu telur setiap hari justru mengalami risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah.

Ini mungkin karena telur mengandung kadar kolesterol HDL baik yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition juga menemukan bahwa makan satu butir telur setiap hari tidak akan menimbulkan masalah terkait penyakit jantung dan kolesterol.