Percepat Transformasi Digital, Resep Jitu GoFood untuk Bantu UMKM saat Pandemi

Percepat Transformasi Digital, Resep Jitu GoFood untuk Bantu UMKM saat Pandemi

Percepat Transformasi Digital, Resep Jitu GoFood untuk Bantu UMKM saat PandemiMenjalankan usaha di tengah pandemi memang banyak tantangannya, memaksa para pelaku untuk melakukan segala cara agar bisa tetap bertahan di tengah badai ini. Salah satunya adalah dengan digitalisasi.

Di zaman seperti ini penting untuk para pelaku UMKM melek digital. Untuk semakin membuat mereka sadar akan pentingnya digitalisasi, GoFood menambah fitur layanan guna membantu UMKM agar bisa bangkit kembali.

Baca juga : 5 RESEP KREASI BAKPAO KARAKTER UNTUK BEKAL ANAK SEKOLAH

Go Food menawarkan solusi lengkap untuk mempercepat UMKM agar bisa ‘go-online.’ Hal ini juga sesuai dengan pemaparan Menteri Koperasi & UKM RI, Teten Masduki saat mengisi webinar bertajuk “Resep UMKM Bangkit Bersama GoFood” yang digelar, Senin (29/6).

“Menurut data, transaksi e-commerce dalam empat bulan ini naik 18 persen, bahkan bisa dikatakan hampir dua kali lipatnya. Ini meningkat semenjak ada kebijakan social distancing, PSBB, dan work from home. Sayangnya, yang terhubung dengan market online hanya 13 persen yakni sekitar 8 juta UMKM yang sudah digitalisasi, sisanya masih offline,” ungkap Teten.

Teten menambahkan, strategi penting yang harus dimiliki UMKM di tengah masa transisi ini di antaranya menyediakan variasi visualisasi menu makanan dan minuman, menawarkan makanan sehat dan siap saji, menawarkan paket bundling produk, memberi berbagai promo khusus bagi merchant, serta menghadirkan value proposition yang lebih baik.

Ke depan Teten juga menyarankan para UMKM agar mampu segera beradaptasi dengan perilaku konsumen yang kian berubah. Mulai dari memperhatikan sanitasi saat menyiapkan makanan, packaging, dan cara mengolah yang higienis. Sebab, market online diprediksi akan semakin tren sehingga standar pun harus ditingkatkan.

Untuk membantu UMKM dalam memenuhi perubahan-perubahan tersebut, GoFood pun mempercepat transformasi fasilitas digital dalam platform mereka. Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek Group menjelaskan, mereka memperkuat mulai dari meningkatkan discovery konsumen GoFood dan GoShop, membuat fasilitas dapur bersama, menyediakan marketplace untuk belanja bahan baku (GoFresh), layanan GoSend, GoBiz (khusus merchant yang mengelola bisnis secara mandiri), serta pelatihan wirausaha dan networking melalui wadah Komunitas Partner GoFood (KOMPAG).

Catherine juga mengungkapkan, saat ini ada 500 ribu merchant yang tergabung dalam GoFood. Untuk KOMPAG sudah memiliki 48 ribu anggota.

Melalui percepatan layanan digitalisasi tersebut, menurut GoFood omzet merchant yang tergabung di dalamnya telah meningkat 20 persen. Pesanan untuk makanan ready to cook pun meningkat tiga kali lipat. Sehingga ia percaya, bahwa ini bisa menjadi peluang baik dan bukan merupakan momok meski tengah ditempa wabah pandemi.

Peranan masyarakat untuk terus membeli produk bisnis kuliner lokal juga tak kalah penting untuk saling bergotong-royong membantu memulihkan perekonomian negara.

“Selain dukungan pemerintah dan kesiapan penyedia platform seperti GoFood, kami pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung UMKM dengan membeli produk-produk kuliner anak bangsa. Untuk itu, GoFood kembali menghadirkan program Promo PSBB (Promo Sambil Berbuat Baik) di mana pelanggan tidak hanya merasakan pengalaman berkuliner yang lebih menyenangkan, tapi juga membantu UMKM tetap bertahan di tengah pandemi. Melalui program promo ini, kami berharap penghasilan harian mitra UMKM tetap dapat terus meningkat sehingga tetap menggerakkan roda perekonomian selama pandemi,” tutup Catherine.