Panduan sarapan dari seluruh dunia

Panduan sarapan dari seluruh dunia

Panduan sarapan dari seluruh dunia – Jika Anda menyukai makanan enak dan jalan-jalan, ada satu cara untuk menyiasati karantina wilayah: Anda bisa menjelajahi negara baru dari dapur Anda.

Boleh dibilang, makanan terbaik untuk mengawali perjalanan kuliner Anda ini adalah sarapan sederhana.

Baca juga : Bedanya Kulit Pangsit, Siomay, dan Kuotie

“Ada begitu banyak yang dapat Anda pelajari dari suatu negara dari apa yang mereka pilih untuk dimakan di pagi hari,” kata Emily Elyse Miller.

Beberapa orang melewatkan sarapan. Beberapa orang lainnya suka sarapan – dan kemudian ada Emily Elyse, yang telah menghabiskan tiga tahun bepergian di seluruh dunia untuk mencoba lebih dari 1.000 sarapan (ya, terkadang lebih dari sekali sehari).

Dia menuturkan ini bukan hanya sekedar tentang makanan. Hasratnya akan sarapan datang dari dari keinginan untuk mengetahui apa yang dia sebut sebagai “budaya makan pagi” di berbagai tempat di seluruh belahan dunia.

Jadi, apakah Anda siap untuk jalan-jalan?

Bepergian tanpa meninggalkan rumah

“Memasak sarapan dari budaya lain memberikan pandangan intim tentang waktu paling pribadi yang dialami mereka dalam sehari, “kata Emily Elyse.

“Cukup dengan mempelajari resep baru, Anda dapat berbagi meja sarapan dengan masyarakat yang berjarak ribuan mil.”

Karantina wilayah berarti kita harus menekan nafsu berkelana kita.

Tetapi kita masih dapat menemukan tempat-tempat baru melalui memasak, yang merupakan “alat yang sangat kuat untuk digunakan selama masa ini”, menurut penulis makanan yang berbasis di AS tersebut.

Dan jangan terlalu memikirkan bahan-bahan makanan – gunakan apa yang Anda miliki dan ganti dengan yang lain jika Anda tidak dapat bahan aslinya.

Rasa yang tak terduga

Tampaknya telur menjadi bahan makanan yang selalu ada di hampir semua sarapan dari seluruh dunia, tapi ada banyak hal lain yang bisa kita temukan.

“Saya bisa memulainya dengan bak kut teh, kaldu iga babi yang kaya, harum, pedas dari Singapura, “kata Emily Elyse.

Jika Anda merasa sulit tergoda dengan semangkuk sup dengan iga babi yang mencuat, tunggu sampai Anda mencobanya.

“Satu tegukan dan Anda akan dikejutkan oleh jumlah rasa yang Anda dapat dalam satu sendok. Ini salah satu sarapan paling mengejutkan yang pernah saya alami.”

Anda dapat membuatnya lebih menarik dengan mencelupkannya ke beberapa youtiao. Ini adalah donat khas China, yang dapat Anda gunakan untuk menyerap setiap tetes kaldu.

Filipina juga menawarkan banyak kombinasi rasa yang tidak terduga, ketika Anda mencicipi dua sarapan lezatnya: champorado (bubur nasi cokelat) dengan tuyo (ikan asin kering).

Emily Elyse mengungkapkan dengan gembira, “Makanan itu anehnya terasa sangat enak ketika dimakan bersamaan, itu seperti bom umami yang gila!”

Lalu ada Mas Huni, hidangan super mudah dari Maladewa yang bisa Anda buat dengan parutan kelapa segar dan sekaleng tuna.

“Anda tidak akan pernah berpikir bahwa kelapa dan tuna adalah pasangan yang baik, tetapi ketika Anda mencampurkannya dengan jeruk nipis dan paprika [atau cabai hijau], itu sangat brilian! Benar-benar lezat dan asam.”

Dan jika Anda benar-benar ingin merasakan sesuatu yang berbeda, masukkan campuran ini ke dalam roti India dan manjakan diri Anda dengan sandwich kecil paling lezat, katanya.

‘Atlas sarapan’ yang penting

Penulis makanan ini percaya ada beberapa tempat di dunia di mana Anda hanya perlu mengunjunginya untuk sarapan mereka, meskipun memilih berhenti di atlas kuliner seperti itu “sangat sulit, hampir mustahil”, akunya.

Mulailah dengan membayangkan Anda sudah bangun di Mexico City dan manjakan diri Anda dengan beberapa chilaquiles.

“Tortilla jagung robek yang luar biasa ini dilapisi saus tomat hijau atau merah, dan atasnya dengan crema [atau krim asam], bawang mentah dan ayam suwir.”

Atau, bawa diri Anda ke Lebanon dan cicipi “fatteh yang menakjubkan, sepiring buncis rebus yang disajikan dengan roti pipih atau pitta khas Lebanon, yogurt berbau bawang, dan ditaburi dengan kacang yang dimasak dengan lemak domba. ”

Menu sarapan lain yang harus Anda coba adalah saimin, menu sarapan unik dari Hawaii yang terinspirasi dari sarapan di Jepang, China dan Filipina: semangkuk mie, udang kering dan irisan kue ikan dalam kaldu yang sedikit manis, dan dikemas dengan umami.

“Saya juga menyukai sarapan di Ethiopia,” ujar Emily Elyse, “terutama enqulal tibs – telur yang disajikan dengan mentega yang telah dibumbui atau niter kibbeh. Ini sangat enak.”

Dia menambahkan Nigeria ke dalam daftar negara lain dengan budaya sarapan yang kuat.

“Di sini semangkuk mie instan Indomie dengan telur goreng di atasnya bisa dengan mudah membuat anda bersemangat selama sehari, bahkan jika makanan itu bukan dari salah satu warung mai shai tradisional mereka”

Bersantap dengan bahan-bahan sederhana

“Mungkin tidak ada dua orang yang sepakat tentang apa yang membuat sarapan menjadi sempurna,” kata Emily Elyse. Tapi dia yakin Anda tidak perlu bahan-bahan mahal untuk memasak sendiri.

“Telur yang sederhana adalah salah satu bahan paling umum di meja pagi di seluruh dunia,” katanya.

Anda tentu membutuhkan mereka untuk memasak changua atau “sup susu” – salah satu hidangan paling kuno di Amerika Latin – seperti yang dilakukan orang Muisca di pegunungan Kolombia.

Kadang-kadang, sedikit saja bumbu membuat perbedaan: “Saya benar-benar menyukai roti kapulaga dari Swedia,” katanya, di mana adonan roti manis ditambahkan sedikit bumbu pedas.

“Dan di Asia Tengah – atau di mana saja dengan diaspora Turki atau Iran – dengan keju segar, kismis, kacang-kacangan, madu, dan roti yang enak, mereka bisa menyajikan makanan yang sederhana namun kaya rasa.”

Sarapan cair

Beberapa budaya memiliki bahan rahasia yang akan memastikan “faktor wow” selalu ada di meja: teh.

“Di Uni Emirat Arab dan Qatar mereka melayani Chai Karak, teh hitam segar yang lezat dicampur dengan kapulaga bubuk dan susu,” kata Emily Elyse tentang praktik yang diyakini berasal dari India dan Pakistan.

“Dan Anda bisa menambahkan susu kental sebagai gantinya, jika kamu ingin memberikannya sentuhan Asia Timur. Itu semua bermuara pada campuran budaya yang sangat keren.”

India membawa teh ke dimensi lain dengan Masala Chai, “di mana teh hitam diresapi dengan rempah-rempah aromatik seperti kayu manis, jahe dan merica dan disajikan dengan susu super panas.”

Tetapi bagi banyak orang, minuman yang tepat di pagi hari tak lain adalah kopi, dan mengubah teknik pembuatan kopi Anda bisa membuat Anda benar-benar jauh melanglang buana.

Bagaimana kalau mencoba kopiTurki atau cafecito dari Kuba?

Atau apakah Anda berminat untuk sesuatu yang lebih unik? Tidak masalah, Anda selalu dapat menyegarkan diri dengan teh mawar harum dari Iran, atau menikmati kepahitan yerba mate yang lezat dari Argentina.

Emily Elyse Miller adalah seorang penulis tentang makanan dan penulis buku Breakfast: The Cookbook. Dia juga menyelenggarakan klub sarapan di berbagai restoran di seluruh dunia.