Jalan Kaki Memicu Orang Makan Lebih Banyak

Jalan Kaki Memicu Orang Makan Lebih Banyak

Jalan Kaki Memicu Orang Makan Lebih Banyak – Jalan kaki ke kantor memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tetapi menurut penelitian terbaru ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar.

Baca juga : 5 Resep bekal makan siang praktis

Pergi ke kantor dengan jalan kaki disebut sebagai alternatif new normal untuk mencegah penyebaran virus corona saat naik tranpsortasi umum. Tapi menurut penelitian terbaru ternyata jalan kaki tidak seramah lingkungan itu.

Dilansir dari Daily Mail (15/06), orang yang pergi ke kantor dengan berjalan kaki cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan. Makanan yang diproduksi jadi lebih banyak hingga jejak karbon meningkat, bahkan lebih banyak dari jejak karbon yang muncul dari mobil.

Penelitian ini dilakukan di Otago University yang ada di New Zealand dan Oxford University. Menurut penelitian mereka naik mobil jarak pendek menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca dibandingkan jalan kaki.

Lewat skema yang diambil dari pola makan tinggi kalori orang-orang di Inggris, para peneliti menemukan bahwa jalan kaki sebanyak 1 km membuat seseorang lebih banyak mengonsumsi makanan. Makanan ini akan menghasilkan 0,26 kg dari karbon dioksida dibandingkan dengan 0,21kg CO2 dari bensin yang digunakan oleh mobil.

Menurut mereka bersepeda ke kantor jauh lebih sehat dan efisien dalam menghemat energi tubuh sehingga tubuh tak terlalu lapar dan mengonsumsi banyak makanan.

Meski terdengar sepele tapi makanan merupakan penyumbang utama emisi gas pada rumah kaca. Produksi makanan seperti sayuran, buah, susu, hingga peternakan membutuhkan banyak energi, pupuk, hingga transportasi serta pengemasan.

Secara singkat efek rumah kaca merupakan kondisi di mana panas matahari terjebak di atmosfer bumi dan menyebabkan peningkatan suhu bumi yang berkaitan dengan pemanasan global.

Selama beberapa puluh tahun terakhir banyak ilmuwan yang mencari cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mencari solusi bumi yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan atau pemerintahan yang mengajak orang-orang untuk jalan kaki ke kantor.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa semua dampak dari emisi yang berkaitan dengan transportasi harus mempertimbangkan emisi yang terkait dengan pola makan banyak orang,” jelas Anja Mizdrak selaku peneliti dari University of New Zealand.

Ia menjelaskan bahwa konsep jalan kaki ke tempat kerja di negara yang memiliki pola makan tinggi kalori bisa berimbas pada lingkungan lebih dari penggunaan mobil.

“Hasil dari penelitian ini menyarankan bahwa menggunakan mobil atau sharing kendaraan, bisa memiliki hasil yang lebih positif di bidang emisi dibandingkan mempromosikan jalan kaki,” pungkasnya.