Hidup Bahagia di Masa Pandemi

Hidup Bahagia di Masa Pandemi

Hidup Bahagia di Masa Pandemi – Bagi seorang muslim maka Alloh sudah memberikan jawabannya dengan firman-Nya;

Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha: 123-124).

Baca juga : NASI KUNING RICE COOKER, ENAK DAN ANTI RIBET

Dan juga firmannya;

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Artinya,

kebahagiaan seorang mukmin semakin bertambah ketika dia semakin dekat dengan Tuhannya, semakin ikhlas dan mengikuti petunjuk-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin berkurang jika hal-hal di atas makin berkurang dari dirinya.

Sahabat rasulullah saw yaitu Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ditanya oleh para Tabi’in, mereka menanyakan apakah yang dimaksud kebahagiaan di dunia itu? Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengemukakan 7 hal berikut ;

  1. Hati yang selalu bersyukur

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Ketika allah menguji seseorang dengan kesenangan dan kemudahan, seseorang yang bersyukur akan senantiasa bersyukur bukan menyombongkan diri akan kesenangan tersebut. Allah kemudian menguji orang yang bersyukur tersebut dengan kesenangan lebih besar lagi. jika orang tersebut masih senantiasa bersyukur, maka allah kembali akan menguji nya dengan kesenangan yang lebih besar dari sebelumnya. Begitu seterusnya jika ia masih tetap bersyukur. Sehingga hidupnya dari waktu kewaktu akan semakin senang.

  1. Pasangan Hidup yang Shaleh

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Berbahagialah menjadi seorang istri jika mendapatkan suami yang sholeh, yang pasti akan senantias untuk mengajak istri dan anaknya menjadi seorang muslim yang baik dan sholeh. Begitu pun seorang istri yang sholeh, akan senantias bersabar dan ikhlas yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka dari itu, sungguh bahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh dan juga sebaliknya.

  1. Anak yang Shaleh

Anak yang shaleh mencakup beberapa hal yaitu senantiasa mendo’akan kedua orang tua, berbakti kepada keduanya, menghormatinya, dan menyayanginya. maka berbahagialah bagi orang tua yang mempunyai anak yang shaleh.

  1. Dikelilingi oleh orang-orang yang shaleh

Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

  1. Harta yang halal

Dalam Islam, banyak harta bukanlah banyaknya harta yang dimiliki tetapi kehalalannya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya

  1. Semangat memahami agama

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.

  1. Umur yang Barokah

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya.

Semoga ketujuh hal di atas bisa kita dapatkan di dunia ini dan bisa merasakan kebahagiaannya. Aamiin