Gudeg Jogja, Kuliner Rakyat Abad 15 Yang Naik Kelas Jadi Ningrat

Gudeg Jogja, Kuliner Rakyat Abad 15 Yang Naik Kelas Jadi Ningrat

Gudeg Jogja, Kuliner Rakyat Abad 15 Yang Naik Kelas Jadi Ningrat – Gudeg Jogja telah dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai makanan khas dari Kota Yogyakarta. Popularitas tersebut juga yang membuat Yogyakarta dikenal dengan nama Kota Gudeg.

Gudeg Jogja adalah makanan tradisional yang terbuat dari Nangka muda (nangka) yang direbus selama beberapa jam dengan gula kelapa serta santan. Dengan dilengkapi dengan berbagai bumbu tambahan membuat nya menjadi terasa manis dan memiliki rasa yang khas.

Baca juga : KERAK TELOR, MAKANAN KREASI CHEF PRIBUMI DI ZAMAN KOLONIAL

Pada penyajiannya, makanan ini biasa di lengkapi dengan nasi putih, ayam, telur rebus, tahu atau tempe, dan rebusan terbuat dari kulit sapi segar atau lebih dikenal dengan nama sambal goreng krecek.

Varian Gudeg

Ada beberapa jenis Gudeg Jogja yang dikenal saat ini yaitu jenis Gudeg kering dan Gudeg basah. Gudeg kering hanya memiliki sedikit santan sementara Gudeg basah mencakup lebih banyak susu kelapa atau santan. Jenis-jenis Gudeg tersebut juga mempengaruhi rasa yang dimiliki oleh Gudeg.

Awalnya Gudeg Jogja yang dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya Yogyakarta jaman dahulu adalah Gudeg Basah. Seiring perkembangan jaman, kebutuhan Gudeg untuk oleh-oleh yang semakin berkembang. Kebutuhan ini dijawab dengan hadirnya varian Gudeg kering.

Gudeg kering baru dibuat sekitar enam dasawarsa yang lalu. Sifatnya yang kering membuat gudeg tersebut tahan lama dan sering dimanfaatkan sebagai oleh-oleh yang tentu saja berdampak dengan munculnya industri rumahan yang menyajikan oleh-oleh Gudeg khas Yogyakarta.

Sejarah Gudeg

Makanan khas ini awalnya merupakan makanan yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat biasa saja. Untuk menyiasati kebutuhan makan masyarakat yang kebanyakan adalah para pekerja, mereka membuat makanan dari nangka muda itu.

Pemilihan Nangka muda, didasari oleh pertimbangan mudah didapat. Karena jumlah nangka tersebut banyak, dimasaklah dalam porsi yang besar. Dalam memasak nangka tersebut para pekerja menggunakan alat pengaduk berupa alat menyerupai dayung perahu.

Teknik mengaduk tersebut dalam bahasa Jawa disebut hangudek atau hangudeg. Akhirnya dari situlah nama gudeg berasal.

Pada tahun 1600-an Gudeg Jogja semakin populer sebagai salah satu sajian yang dihidangkan untuk tamu kerajaan. Pada saat itu, Raden Mas Cebolang singgah ke padepokan Pangeran Tembayat yang saat ini berada di wilayah Klaten.

Di sana Pangeran Tembayat menjamu tamunya yang bernama Ki Anom dengan beragam makanan dan salah satunya adalah gudeg.

Tempat Makan Gudeg Yang Populer di Jogja

1.      Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum adalah menu paling melegenda di Yogyakarta dan resepnya sudah diturunkan hingga empat generasi. Dengan sajian gudeg jogja kering, pengunjung bisa membeli dalam jumlah banyak untuk oleh-oleh atau dinikmati langsung di lokasi.

Warung ini kerap memperbolehkan pengunjung ke dapur dan menyaksikan proses pembuatan gudeg Jogja.

Alamat: Jalan Wijilan No. 31 Panembahan, Kraton, Panembahan, Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional: 06.00-22.00
Harga: Sekitar Rp30.000,00 per porsi

2.      Gudeg Manggar Bu Tinur

Kalau ke Yogyakarta, salah satu kedai gudeg manggar terbaik dikelola oleh Bu Tinur di Waroeng Joglo.

Gudeg Jogja biasanya dibuat dari gori atau nangka muda. Namun, beberapa variasinya justru dibuat dari manggar atau bunga kelapa yang dimasak dengan bumbu gudeg pada umumnya. Setelah matang, manggar akan dipotong dan disajikan dengan side dish lain seperti telur atau ayam bacem, sambal, dan krecek yang nikmatnya nendang.

Nama : Gudeg Manggar Bu Tinur – Waroeng Joglo
Alamat : Jalan Bibis Raya RT.04, Dusun Gendheng, Bangunjiwo, Kasihan, Bangunjiwo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional : 08.00-20.30
Harga : Sekitar Rp30.000,00 per porsi

3.      Gudeg Pawon

Kalau Gudeg Jogja lain buka pagi buta dan kerap dikonsumsi sebagai sarapan. Gudeg Pawon justru buka nyaris tengah malam atau pukul 22.00. Dengan lokasi jualan di pawon (dapur), puluhan orang siap antre untuk menyantap gudeg manis lengkap dengan sambal goreng krecek, ayam, dan juga cabai hijau yang bisa diceplus bersama nasi.

Nama: Gudeg Pawon
Alamat: l. Janturan UH/IV No. 36, Umbulharjo, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Operasional: 22.00-24.00
Harga: sekitar Rp30.000,00

4.      Gudeg Permata Bu Pujo

Pengunjung tidak perlu khawatir jika perut mulai keroncongan di malam hari kala berwisata ke Jogja. Banyak pilihan spot untuk kuliner malam, termasuk di antaranya tempat untuk menyantap Gudeg Jogja yang manis dan gurih ini.

 

Gudeg Permata Bu Pujo buka mulai pukul 20.30. Tetapi mungkin harus antri untuk bisa merasakan melegendanya rasa dari gudeg di sisi barat gedung bioskop Permata ini. Pengunjung akan merasakan gabungan rasa manis dan gurih dalam daging ayam kampung yang lembut, telur yang kenyal dan sambal krecek yang mengigit lidah.

Nama: Gudeg Permata Bu Pujo

Lokasi: Jalan Gajah Mada, RT. 36 / RW. 07, Purwo Kinanti, Gunungketur, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Operasional : 20.30-24.00

Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi