Belangoeng Tanoeh dan Sie Reuboh

Belangoeng Tanoeh dan Sie Reuboh

Belangoeng Tanoeh dan Sie ReubohBeulangoeng tanoeh adalah belanga yang terbuat dari tanah liat yang biasanya dijual di tempat-tempat penjual gerabah. Tidak sembarang tanah liat yang bisa digunakan untuk membuat beulangoeng ini. Karena beda struktur tanah akan beda kualitas dari kekuatan dan ketahanan beulangoeng itu sendiri. Dari zaman dahulu masyarakat Aceh selalu masak dalam beulangoeng tanoeh tersebut untuk macam-macam makanan yang ingin disajikan termasuk menanak nasi.

Baca juga : PENGEMBANGAN KULINER DI DESA NANGA SEMANGUT “KERUPUK BASAH”

Selain pada zaman dulu belum adanya listrik dan beberapa alat elektrnonik, mungkiin salah satu alasan lainnya itu adalah soal rasa. Saya secara pribadi memiliki pendapat yang sama dengan para leluhur dulu, ada rasa yang berbeda antara kita menanak nasi dengan ricecooker dibandingkan dengan kayu bakar dan belangong tanoh ini.

Mengapa ini menarik untuk dibahas karena semakin susah kita mendapatkan ketersediaan beulangoeng tanoeh tersebut dipasaran. Selain harga yang tidak mampu bersaing dan juga factor pengrajin yang mulai jenuh karena permintaan pasar semakin menurun. Makin langka barang di pasar tentu saja akan memiliki  nilai sejarah yang besar, barangkali ini akan menjadi barang antik kelak suatu saat.

Ada filosifi yang dapat kita petik dari indatu kita memakai seluruh peratan dapur mereka menggunkan bahan gerabah, yaitu kehati-hatian. Ya, bahan gerabah sangatlah mudah pecah jika tidak digunakan secara hati-hati. Mungkin ini juga menjadi alasan banyak ibu rumah tangga sekarang beralih kepada panci anti lengket. Dengan alasan lebih praktis dan ekonimis dan tentunya tahan banting kalau jatuh.

Ketika anda memasuki daerah Aceh Besar, anda akan disuguhi dengan sebuah masakan tradisional dan dihidangkan dalam beulangoeng tanoeh. Sie rebouh adalah masakan khas Aceh, daging yang dimasak dengan beberapa rempah-rempah, cuka dan lainnya yang memiliki rasa mumpuni untuk memenuhi pecinta makanan tradisional.

Daging yang dipilih untuk masakan ini juga khusus artinya ada bagian-bagian khusus daging yang bisa digunakan,daging dengan unsur lemak yang banyak dipilih supaya saat dipanaskan berulang kali, dagingnya tidak lengket pada dasar belangoeng.

Bagi orang yang baru pertama menikmati sie reboh, mungkin akan sama dengan pengalaman saya saat pertama menyantap makanan yang kini menjadi menu andalan, mengira bahwa saya sedang disuguhi makanan basi. Rasa sie reboeh yang asam memang bagi lidah pemula akan merasakan keanehan. Namun setelah menikmatinya seolah lidah ingin terus dan terus, apalagi sie reboh yang sudah dipanaskan dan lalu digoreng.  Wow, perut saya langsung kerencongan saat menulis ini sambil membayangkan makan sie reboh dengan nasi panas.

Yang ingin mencoba olahan ini bisa mencari resep secara online, karena ini merupakan menu andalan pada jamuan makan dalam acara resmi di Aceh. Cita rasa masakan selalu akan berbeda ketika dimasak dengan cara tradisional ( menggunakan kayu bakar ) dan memakai belangong tanoeh.