Month: July 2020

Bandrek, Minuman Khas Indonesia

Bandrek, Minuman Khas Indonesia

Bandrek, Minuman Khas Indonesia – Masa pandemik Corona telah membuat orang-orang menjadi kreatif, salah satunya rekan saya di komunitas Ketapels (komunitasnya Kompasianer warga Tangerang Selatan), Ono Sambunglango, sekarang menjadi pengusaha bandrek. Baca juga : Pembuatan Ketupat Tradisional Bandrek adalah minuman khas dari tatar Sunda, yang…

Pembuatan Ketupat Tradisional

Pembuatan Ketupat Tradisional

Pembuatan Ketupat Tradisional – Nggak terasa baru saja kemarin kita merayakan Idul Fitri, beberapa hari lagi kita akan merayakan Idul Adha. Sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia di saat perayaan kedua hari raya tersebut terasa tidak lengkap hidangan saat makan bersama keluarga jika tidak dilengkapi dengan ketupat.…

Ketoprak Bonasel, Apa Kabar di Masa Pandemi?

Ketoprak Bonasel, Apa Kabar di Masa Pandemi?

Ketoprak Bonasel, Apa Kabar di Masa PandemiMasih “Mas Ketoprak” yang sama seperti 11 tahun lalu. Tangannya masih sangat cekatan menyusun sampai 8 piring dengan bumbu yang berbeda-beda. Dia cukup bertanya sekali dan akan menghafal semua pesanan ketoprak dengan bumbu dan selera yang berbeda tadi.

Ada yang saus kacang sedikit, ada yang pakai cabai 3, 4, atau 5, ada yang tidak pakai cabai. Ada juga yang cukup pakai saus kacang saja. Lontongnya dibanyakin atau tahunya. Yakin akan dihafal, padahal yang  ngantre sampai belasan orang tanpa putus-putusnya berdatangan.

Baca juga : ANEKA CEMILAN SEDERHANA DAN PRAKTIS UNTUK ANAK

Itulah sepintas suasana gerobak ketoprak di Jalan Kebon Nanas Selatan, salah satu tempat di sekitar Otista Jaktim. Setidaknya gambaran pengantre makanan itu berlangsung lama sebelum pandemi Covid-19 melanda. Kini, antrean sepi. Masih ada satu dua orang yang beli tetapi tidak pernah seramai sebelumnya.

Dampak pandemi betul-betul terasa bagi “Mas Ketoprak” ini. Mereka dua bersaudara menjual ketoprak yang jaraknya tidak terlalu berjauhan di sepanjang Jalan Bonasel. Pelanggan berasal dari sebagian besar karyawan dan mahasiswa Polstat STIS Otista 64C. Para mahasiswa yang hampir semuanya berasal dari daerah telah “dirumahkan” sejak PSBB awal sekali di Jakarta.

Baru-baru ini saya beli ketoprak di situ harganya telah naik lagi. “Harga korona, Mas,” timpalnya sambil bercanda saat saya iseng bertanya. Harga bahan baku yang perlahan naik memaksa dia untuk menaikkan harganya. Harga yang juga setelah lebaran puasa lalu juga sudah naik. Yang berarti tahun 2020 ini telah mengalami kenaikan dua kali. Dari Rp10 ribu menjadi Rp11 ribu kemudian terakhir Rp12 ribu.

Teringat waktu pertama saya sekolah di Jakarta, harganya waktu itu lebih kecil dari setengah dari harga sekarang. Sekarang setelah sekolah lagi harganya telah mengalami kenaikan berkali-kali. Pelanggan berkurang adalah risiko yang harus dihadapi.

“Alhamdulillah cukup untuk kontrakan dan kebutuhan sehari-hari keluarga, Mas,” ceritanya lagi sambil tertawa kecil, tawa khas yang dimilikinya. Pelanggan boleh berkurang tetapi standar pelayanan prima tetap yang utama buatnya.

Harga ketoprak adalah salah satu gambaran kecil bagaimana dampak pandemi ini. Bahkan, sebelum pandemi pun masyarakat harus menghadapi kenyataan ketidakpastian pasar. Harga kebutuhan pokok dan bahan baku jualan kadang tiba-tiba melonjak. Sedangkan menaikkan harga sedikit saja berisiko besar membuat pelanggan berpindah.

Penjual ketoprak adalah gambaran berbagai profesi pekerja yang tidak punya kepastian yang ada di Jakarta. Dengan pembatasan yang dilakukan pemerintah maka otomatis para pelanggan mereka susah untuk ditemui lagi.

Mereka adalah para pekerja yang gigih dan memiliki kemuliaan. Setiap suapan makanan untuk keluarga mereka di rumah adalah sedekah yang bernilai pahala yang besar di sisi Tuhan. Ikhtiar dan tawakal mereka selalu yang terbaik. Di tengah ketidakpastian tentu penyerahan sepenuhnya kepada Sang Pemberi Rezeki yang utama. Bukankah yang menggerakkan hati-hati para pembeli adalah Ar-Razzaq? Tawakallah kunci utama mereka.

 

Aneka Cemilan Sederhana dan Praktis untuk Anak

Aneka Cemilan Sederhana dan Praktis untuk Anak

Aneka Cemilan Sederhana dan Praktis untuk Anak – Membuat cemilan memang gampang-gampang susah. Apalagi jika itu menyangkut kebutuhan satu rumah. Lebih repot lag ketika membuat cemilan untuk anak. Entah itu di rumah, ataupun buat bekal sekolah. Kelihatannya memang sepele ya teman-teman. Akan tetapi jika teman-teman tidak…

Kelapa Muda Bakar, Solusi bagi yang Sering Sakit Pinggang

Kelapa Muda Bakar, Solusi bagi yang Sering Sakit Pinggang

Kelapa Muda Bakar, Solusi bagi yang Sering Sakit Pinggang – Dari dulu, air kelapa muda memang selalu diminati. Selain rasanya yang memang segar, ternyata khasiatnya pun sangat banyak. Selain cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Air kelapa sejak dulu dipercaya sebagai pembersih racun dalam tubuh. Kalau…

Klepon dan Kenangan Masa Kecil

Klepon dan Kenangan Masa Kecil

Klepon dan Kenangan Masa Kecil – Kadangkala sekedar urusan makanan menjadi pemantik keributan. Bukan karena urusan perut maupun klaim makanan antar negara, halal atau haram, tetapi dibawa masuk ranah identitas agama. Klepon tidak islami. Iya, Klepon yang sudah dikenal dan biasa dinikmati semua orang, menjadi bahan keributan di dunia maya dan akhirnya menjadi olok-olokan netizen.

Baca juga : MEMBUAT JEMBLEM DAN GETUK KEPEL, JAJAN TRADISIONAL DARI SINGKONG

Sayangnya pangkal masalah Klepon tidak islami tidak banyak diketahui orang. Pangkal dan ujung dari Klepon tidak islami adalah politik di negeri ini. Lihat analisa media sosial yang diberitakan Tempo, berawal konten blog yang sudah lama dan diposting ulang netizen ke Instagram. Eh buzzer perkubuan Pilpres menyambar ambil peran membuat keributan perihal identitas Klepon. Mereka mendapat isu rasis, yang seakan-akan ingin mencampur adukan Klepon dan bakso, cuma karena keduanya sama-sama bulat.

Astaganaga. Jangan ikut berpolemik mengenai identitas makanan. Makanan itu untuk dimakan. Klepon alias onde-onde untuk dimakan. Takutnya, niat terselubung mereka adalah, hapuskan Klepon dari menu istana, atau Klepon dilarang dijual dan menjadi kue khas Ramadhan, Klepon tidak boleh diisi gula. Atau untuk menarik simpati, Klepon harus berwarna tertentu karena Klepon adalah identitas bangsa.

Yah, kita jangan terjual dengan isu Klepon karena mereka. Klepon adalah kue yang enak dimakan. Klepon mempersatukan semua orang dan punya pengalaman sendiri dengan manisnya. Sedangkan aku, Klepon alias onde-onde membawa kenangan masa kecil pada tahun 1990-an.

Pada masa itu, hidup di dusun kecil yang dikelilingi hutan, kebun karet dan ladang disalah satu kabupaten di Jambi, Klepon alias onde-onde menjadi kue yang sering dibuat sendiri oleh keluarga. Paling khas dan sering biasanya dibulan puasa. Kenangan yang melekat mengenai Klepon dimasa itu karena terlibat dari proses pembuatannya yang butuh perjuangan bersama Emak.

Dahulu, orang tua kami membiasakan membuat panganan untuk mengganti jajan dan makanan selingan. Saat itu, untuk membeli sesuatu atau makanan ke pasar merupakan salah satu kemewahan dan hanya satu kali seminggu atau dua minggu bersamaan dengan membeli kebutuhannya lainnya. Maklum saat itu pasar dirasa cukup jauh serta transportasi sangat jarang dan orang tua ke pasar biasanya juga menjual hasil bumi dari ladang.

Warung didusun juga masih sangat jarang dan seingatku, tepung saja belum dijual sebanyak sekarang. Jarak rumah kami bersama beberapa rumah lainnya sedikit jauh dengan kelompok pemukiman yang ramai. Apalagi bila kami pada musim berladang, kami tinggal di ladang dan untuk tepung hanya bisa didapat dengan cara menumbuk beras menggunakan lesung.

Jadi untuk membuat panganan, entah Klepon, kue Lapis yang biasa kami sebut dulu bubur Talam, kue Apam dan kue lainnya,  terlebih dahulu harus menumpuk beras menjadi tepung. Emak biasanya lebih dulu harus merendam beras biasa atau beras ketan dengan wadah bakul ke air selama beberapa jam. Merendam beras itu bisa malam sebelum tidur untuk ditumbuk esok pagi, maupun direndam sejak pagi sebelum berangkat ke kebun atau ladang untuk ditumbuk siang atau sore usai pulang.

Ikut menumbuk tepung menggunakan lesung menjadi kesenangan sendiri dimasa itu. Selain bisa mengambil sedikit rendaman beras yang ditiriskan dengan bakul untuk dimakan, aku bisa mencicipi tepung atau mendapat sisa tepung kasar sisa tumbukan dan ayakan. Suara tumbukan lesung menciptakan suara cukup kencang, berirama khas dan bertalu-talu.

Saat Emak menumbuk, aku duduk di atas lesung kayu yang biasanya dibuat agak panjang. Aku kebagian jatah mengusir ayam, mengaduk beras tepung yang ditumbuk agar merata, dan sesekali tangan masuk mengambil tepung beras untuk dimakan diiringi peringatan Emak, tangan jangan masuk mengambil beras saat sedang proses menumbuk. Bisa saja tangan kena hantaman Alu atau Antan ke dalam lobang lesung.

Membuat Jemblem dan Getuk Kepel, Jajan Tradisional dari Singkong

Membuat Jemblem dan Getuk Kepel, Jajan Tradisional dari Singkong

Membuat Jemblem dan Getuk Kepel, Jajan Tradisional dari Singkong – Terkejut juga membaca akun IG Badan Ketahanan Pangan Nasional yang secara infografis menyebut konsumsi masyarakat Indonesia akan singkong atau ubi kayu semenjak 2018 menurun tajam. Padahal singkong merupakan salah satu makanan pokok bangsa kita. Baca juga…

Kopi Pemalang dan Barista Muda Munculkan Nikmatnya Kopi

Kopi Pemalang dan Barista Muda Munculkan Nikmatnya Kopi

Kopi Pemalang dan Barista Muda Munculkan Nikmatnya Kopi – Pemalang – Di bawah kaki gunung Slamet, tanaman kopi Pemalang tumbuh varietas robusta dan arabica. Setidaknya ada  9 kelompok tani yang telah mempunyai merek Kopi sendiri. Kesembilan merek kopi tersebut Sikoja, Wangkal, Gusel, D’Jav, Galing, Gambuhan, Eco,…

Resep dan Cara Membuat Udang Saus Padang, Pedasnya Menggoyang Lidah

Resep dan Cara Membuat Udang Saus Padang, Pedasnya Menggoyang Lidah

Resep dan Cara Membuat Udang Saus Padang, Pedasnya Menggoyang Lidah – Udang saus Padang punya rasa manis dan pedas yang khas. Apalagi kalau udang yang dimasak masih segar, jadi makin menggugah selera. Cocok banget disajikan bersama nasi hangat.

Baca juga : TIPS MEMILIH KULKAS YANG TEPAT, JANGAN SAMPAI SALAH!

Ternyata, bikin udang saus Padang sendiri gampang banget, lho. Kamu bisa meniru resep udang saus Padang seperti di bawah ini ya.

1. Bahan-bahan yang diperlukan

Bahan-bahan:

  • 1/2 kg udang yang telah dibuang bagian kepalanya
  • bawang bombay yang telah dipotong secukupnya
  • daun jeruk yang telah diiris secukupnya
  • daun bawang yang telah dipotong secukupnya
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya

Bahan bumbu halus:

  • 2 cabai rawit
  • 2 cabai keriting
  • 2 bawang putih
  • 2 bawang merah

Bahan saus siram:

  • 1/2 sendok makan saus tomat
  • 1/2 sendok makan saus sambal
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • 1/2 sendok makan kecap manis

2. Haluskan bahan-bahan menggunakan blender

Masukkan semua bumbu halus ke dalam blender, kemudian haluskan. Sembari menunggu dihaluskan, siapkan wajan yang telah diberi sedikit minyak, lalu panaskan. Tambahkan bumbu halus ke dalamnya, tumis sampai harum.

3. Tumis bumbu sampai merata

Tuang semua bahan saus siram ke dalam wadah, lalu aduk sampai merata. Di sisi lain, tambahkan bawang bombay ke dalamnya, lalu aduk kembali. Masukkan saus siram bersama air, aduk semua bahan.

Tips Memilih Kulkas yang Tepat, Jangan Sampai Salah!

Tips Memilih Kulkas yang Tepat, Jangan Sampai Salah!

Tips Memilih Kulkas yang Tepat, Jangan Sampai Salah! – Kulkas saat ini memang menjadi alat rumah tangga yang sangat dibutuhkan untuk tujuan menyimpan bahan makanan. Hal ini memang membuat kulkas menjadi pilihan wajib yang harus dimiliki oleh setiap rumah. Ada beragam jenis kulkas beserta harga dan…