Recent Posts

Sekali Mencoba, Langsung Ketagihan

Sekali Mencoba, Langsung Ketagihan

Sekali Mencoba, Langsung Ketagihan –  Banyak orang berpikir,bahwa urusan dapur itu urusan emak emak. Bapak bapak tugasnya adalah menghabiskan masakan yang di sediakan emak emak. Tentu saya pendapat ini boleh boleh saja. Baca juga : Warung “Sego Pecel Lambe Ndower” Manjakan Lidah Penikmat Kuliner Tapi 

Warung “Sego Pecel Lambe Ndower” Manjakan Lidah Penikmat Kuliner

Warung “Sego Pecel Lambe Ndower” Manjakan Lidah Penikmat Kuliner

Warung “Sego Pecel Lambe Ndower” Manjakan Lidah Penikmat Kuliner – Bicara tentang kuliner seakan tak ada habisnya.  Mulai dari makanan berat, minuman maupun kudapan. Baik yang tradisional maupun yang kekinian. Baca juga : Thai Tea Corona Version Kulinerpun sekarang dijadikan sebagai salah satu wisata, karena memang 

Thai Tea Corona Version

Thai Tea Corona Version

Thai Tea Corona Version – Semua orang rasanya sudah pernah mencoba Thai Tea. Yak, apalagi penggemar minuman semacam Milk Tea. Thai Tea ini jelas adalah campuran teh dan susu, pasti tidak bisa dilewatkan. Rasanya manis, dengan rasa teh yang kuat, apalagi ditambah es batu, waaaww….

Baca juga : Ternyata Rasanya Tak Semantap Gambarnya

Saya sendiri pertama mencoba Thai Tea baru tahun 2016. Ketika itu saya kuliah di Malang, tentunya banyak gerai Thai Tea berjejer ya.  Mulai dari kedai pinggir jalan sampai food court di Mall, semua menyediakan Thai Tea. Tinggal pilih sesuai kocek. Seingat saya pertama kali mencoba Thai Tea di kedai pinggir jalan deh, tapi enaak menurut saya. Standar enak menurut saya itu ga kemanisan, dan bukan hanya “Es Susu Kental Manis dilabeli Thai Tea”, ada rasa samar teh dalam minuman itu. Saya kira di kedai lain mirip-mirip saja rasanya, eh ternyata dapat juga yang “Es Susu Kental Manis”, he he.

Karena saya suka, kalo ada kesempatan dan kocek saya suka beli Thai Tea di kedai-kedai yang lain.  Tahun 2017, Alhamdulillah saya berkesempatan minum Thai Tea di negara asalnya. Dan rasanya tuh ga terlupakan (lebaay!). Rasanya itu komposisi Thai Tea yang paling enak yang pernah saya coba. Padahal saya belinya cuma di gerai Seven Eleven, hihi. Thai Tea di food court mall pun enak. Kayaknya kalau di tempat aslinya memang rasa makanan apapun itu enak yaa (makanan asli daerah tersebut).

Pulang dari Thailand saya beli sebungkus besar Chatramu Tea yang berisikan beberapa sachet. Saya hemat-hemat minumnya hanya di momen saya benar-benar kepingin .  Karena di daerah saya jauh dari kota dan ongkir pun lumayan kalau beli dari online shop. Padahal kalau pinginnya sih minum tiap hari saking doyannya.

Seiring dengan umur yang semakin menua dan sadar kesehatan, saya mulai mengurangi produk yang banyak mengandung gula dan susu. Termasuk Thai tea berarti, hiks. Tapi sekali sekali saya beli kalau kepengen, walau sering dapat zonk (Es Susu Kental Manis label thai tea). Namun sejujurnya di lubuk hati saya yang terdalam tetap Thai Tea, aku padamu!

Karena itu saya tergerak untuk mencari sejarah Thai Tea, dan terkedzoet mengetahuinya . Thai Tea asli ternyata lebih sehaat looh. Aslinya Thai Tea adalah teh hitam dengan aroma pekat yang diseduh bareng bunga lawang dan rempah lainnya. Susunya pun ga harus susu kental manis, bisa diganti coconut milk, atau almond milk mungkin enak juga kali ya.

Saya jadi kepikiran buat Thai Tea Corona Version. Black tea + plant based food color + star anise + spices + goat milk/coconut milk/almond milk + stevia/raw sugar. Ya ampuun enaknyaa, kalo gini saya bisa minum sering-sering donk. Pengusaha Thai Tea, ga ada yang mau buat versi lebih sehat kaya gini?

 

Ternyata Rasanya Tak Semantap Gambarnya

Ternyata Rasanya Tak Semantap Gambarnya

Ternyata Rasanya Tak Semantap Gambarnya – Pernahkah anda merasakan pengalaman seperti saya, terkecoh oleh mantapnya gambar aneka menu makanan di sebuah warung makan? Tapi apa yang kudapat ketika menu makanan aslinya tersaji, tepat di depan meja makan. Alamah, jauh sekali dari gambarnya. Baca juga : Perkedel 

Perkedel Pertamaku

Perkedel Pertamaku

Perkedel Pertamaku – Mungkin artikel ini tidak penting-penting banget.  Tetapi untuk penulis ini penting banget, dan percayalah untuk mereka yang senasib dengan penulis pun akan menganggap ini penting.  Buktinya, mama penulis saja sempat meragukan, apa iya bisa?  Heheh…duh…ngomongin apa sih penulis?  Kok, ngebulet nggak karu-karuan. Baca 

Di Tengah Pandemi Edho Zell Malah Buka Cabang Nyapii ke 15 di Bintaro

Di Tengah Pandemi Edho Zell Malah Buka Cabang Nyapii ke 15 di Bintaro

Di Tengah Pandemi Edho Zell Malah Buka Cabang Nyapii ke 15 di Bintaro – Di tengah masa pandemi yang serba sulit ini memang menantang orang untuk bertahan. Tidak banyak yang bisa bertahan karena daya survive tiap orang berbeda. Dibutuhkan kreatifitas dan kepeduliaan yang lebih pada saat kondisi sekarang ini. Tidak saja peduli buat mereka yang jadi korban langsung Corona tetapi buat mereka yang terkena dampaknya.

Baca juga : PIZZA MIE ORGANIK UNTUK SI KECIL

Salah satu dampak yang paling terpukul adalah sektor ekonomi. Banyak perusahaan sedang mem-PHK karyawan-karyawannya. Bahkan sampai abang ojol pun sepi orderan. Tapi pernah gak sih kamu membayangkan ketika hampir semua perusahaan mem-PHK karyawan, malah ada orang atau perusahaan yang membuka usaha atau cabang barunya?

Di tengah pandemi begini emang laku yak segala bentuk usaha? Bukannya sepi dan cenderung rugi. Tapi tidak bagi Edho Zell. Youtuber kawakan satu ini justru membuka cabang baru usahanya di kawasan Bintaro. Pada tanggal 19 September, sebuah rumah makan bernama Nyapii resmi dibuka olehnya. Saya datang sebagai undangan Kompasianer Tangsel atau Ketapels ikut memeriahkan dengan protokol kesehataan tentunya.

Lalu apa sih Nyapii ini dan rumah makan jenis apa, seperti apa di dalamnya. Inilah hasil observasi singkat saya bareng temen-temen Ketapels tempo hari.

Nyapii adalah rumah makan atau restoran cepat saji di mana menu yang dijual adalah olahan daging sapi. Itu pula yang melatarbelakangi kenapa namanya Nyapii. Selain itu ide Nyapii ini ada karena Edho sebenarnya adalah pecinta Sei Sapi yang merupakan kuliner dari NTT. Bisa dibilang Nyapii adalah Sei Sapi versi modern karena Sei Sapi memang masih diolah secara konvensional. Sementara Nyapii ini dihadirkan lebih kekinian.

Nyapii yang berada di Bintaro ini menjadi cabang ke 15 dari 18 cabang Nyapii di Indonesia. Terletak di pinggir jalan raya Jombang Bintaro lebih tepatnya di ruko Easton Bintaro. Dengan konsep ala milenial, bangunan 2-3 lantai ini di sulap lebih kekinian ala milenial.

Namanya juga ruko kali yak dari luar tampak kecil. Meski begitu saat saya coba masuk ke dalam terasa agak lega karena ada ruangan bagian belakang yang juga digunakan untuk makan. Karena bagian bawah atau ruang utama penuh sesak saya diarahkan naik tangga menuju lantai 2 yang nampaknya masih polos, belum di desain seperti lantai 1. Saya sarankan kalau makan di tempat lebih lega di ruang belakang lantai 1 atau sekalian ke lantai 2 lebih nyaman.

Di hari pertama pembukaan Nyapii ini memang dibuka dan dihadiri langsung oleh Edho Zell. Tidak heran saya yang datang jam 10an sudah penuh dengan manusia-manusia milenial yang ngantre di halaman ruko. Ternyata di hari pertama pembukaan ada promo by 1 get 1 dan acara mukbang bareng Edho Zell. Menariknya antrean dengan nomor urut 1-50 akan dilayani langsung oleh Edho Zell sekaligus selfie bareng.

Lalu seperti apa sih menu Nyapii ini? Ada lima pilihan menu andalan yang dapat dipilih di antaranya ada Sei Sapi Asap Rendang, Sei Sapi Asap Mentai, Sei Sapi Asap Korean Spicy, Sei Sapi Asap Original (sambal jeruk Tampang atau sambal Rendang).

 

Pizza Mie Organik untuk Si Kecil

Pizza Mie Organik untuk Si Kecil

Pizza Mie Organik untuk Si Kecil – Pizza mie merupakan salah satu camilan favorit keluarga. Enak dan mudah membuatnya. Hanya bermodalkan mie instan dan dua butir telur. Atau bisa ditambah dengan sedikit sayuran. Maka jadilah pizza mie istimewa made in bunda. Baca juga : OPAK TONJONG 

Opak Tonjong Menjadi Usaha Rumahan yang Laris

Opak Tonjong Menjadi Usaha Rumahan yang Laris

Opak Tonjong Menjadi Usaha Rumahan yang Laris – Opak adalah semacam keripik atau kerupuk yang terbuat dari singkong. Makanan ini banyak dibuat oleh warga Desa Tonjong Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Baca juga : HAMPIR PUNAH, INILAH MAKANAN KHAS INDONESIA YANG SUSAH DITEMUKAN Produksi rumahan ini menjadi 

Hampir Punah, Inilah Makanan Khas Indonesia yang Susah Ditemukan

Hampir Punah, Inilah Makanan Khas Indonesia yang Susah Ditemukan

Hampir Punah, Inilah Makanan Khas Indonesia yang Susah Ditemukan – Perkembangan  aneka kuliner yang sangat pesat dan kini mucul beragam inovasi yang semakin variatif menyebabkan makanan khas daerah makin tergeser dan terancam punah, hal ini dikarenakan sudah tidak banyak lagi orang yang menjual makanan khas indonesia ini. kamu sangat beruntungkalau pernah merasakan makanan langka ini saat masih kecil.

Baca juga : “BUMBU GUNUNG”, RAHASIA EMAK MENGOLAH IKAN LAUT

nah, berikut adalah beberapa makanan khas Nusantara yang sudah langka, bahkan terancam punah, karena jarang ada yang membuat atau menjualnya. Di antaranya :

  1. Bubur Bassang

bubur ini merupakan santapan khas sulawesi selatan. makanan ini terbuat dari bahan utama berupa jagung ketan. dan biasanya makanan ini dijadikan menu untuk sarapan. bubur ini juga berguna sebagai makanan yang menyegarkan bagi orang yang sedang sakit karena terasa manis yang diperoleh dari jagung ketan tersebut.

  1. Clorot

Terluhat seperti dodol, namun ini adalah kue clorot. terbuat dari tepung beras dan ditambah sedikit tepung kanji, garam, kapur sirih, serta gula merah lalu ditambahi pewangi berupa daun pandan menjadikan makan khas kota purworejo yang satu ini mempunyai banyak penggemar. kue ini memiliki cara tersendiri yang tak kalah unik sebelum dimakan, banyak orang awam yang baru mengenal kue ini akan membuka cangkang clorot dari atas seperti makan es -krim pada umumnya. Namun cara yang benar adalah dengan menusuk bagian bawah clorot dengan menggunakan satu jari.

  1. Wedang Tahu

santapan yang cocok dikala dingin membuat Wedang tahu menjadi pilihan utama, namun kini sangat sulit untuk menemukan penjualnya. wedang tahu yang hangat dan bertekstur lembut ini sebenarnya berasal dari negri china. Namun, pertama kali dikenalkan di Semarang, Jawa Tengah.  Terbuat dari sari kedelai yang direbus hingga menjadi bubur. Kemudian ditambahkan wedang jahe yang bikin tubuh para penikmatnya terasa segar. Namun, akbiat pergeseran zaman, kini wedang tahu semakin susah ditemukan. apakah di daerah kalian masih ada yang menjualnya?

“Bumbu Gunung”, Rahasia Emak Mengolah Ikan Laut

“Bumbu Gunung”, Rahasia Emak Mengolah Ikan Laut

“Bumbu Gunung”, Rahasia Emak Mengolah Ikan Laut – Setiap ada kesempatan bertandang ke rumah Emak di salah satu kota di Pangandaran, sudah dipastikan kami tidak melewatkan acara menikmati matahari terbit dan sajian ikan laut yang dibeli langsung di tempat pelelangan ikan. Nyam, nyam… Sensasinya sudah terasa